"Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta
orang-orang yang ruku"
(Q.S 2:43)
Bro sist, mungkin pas duduk di
kelas XI SMA khususnya pada mata pelajaran agama islam, kita mempelajari
materi mengenai Zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal. Zakat sama halnya
dengan sedekah,hanya saja waktu pemberian zakat dilakukan disaat bulan ramadhan
dan hukumnya wajib. Sedangkan sedekah sifatnya sunah dan dapat dilaksanakan
kapanpun. Akan tetapi, materi hanyalah sebatas materi yang hanya kita ketahui
zakat adalah sebuah ibadah bagi umat islam bagi umat islam yang telah baligh
dan mempunyai harta nishab. Pada hakikatnya zakat sendiri menetapkan syarat
bagi yang wajib melaksanakannya seperti beragama islam, baligh, dan mempunyai
harta yang sudah nishab. Nishab disini artinya sudah dapat diperhitungkan dalam
setahun penghasilan yang sudah kita terima. Akan tetapi walaupun kita belum
mempunyai harta yang nishab, alangkah baiknya bila kita mulai membiasakan diri
ntuk mensedahkan sedikit uang jajan yang kita punya dan membayar zakat seharga
sekitar 3,5 kg beras . Saya rasa nilai 3,5 kg beras tidak terlalu berarti bila
dibandingakan kebutuhanmu akan membayar tagihan internet perbulan atau membeli
pulsa yang dalam satu bulannya bisa menghabiskan lebih dari Rp 50.000,-.
Namun sadarkah kita faedah
tersirat dari zakat itu sendiri ? Zakat tidak hanya meringankan beban para
mustahik, tetapi juga penyakit hati pun bisa di basmi. Ada beberapa penyakit
hati yang secara teori tidak dapat dibasmi dengan obat-obatan. Namun secara
praktik, nyatanya penyakit-penyakit itu bisa dibasmi sesuai sabda Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassallam
“Setiap kali Allah menurunkan penyakit,
pasti Allah akan menurunkan obatnya.”(Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim)”
Disini saya menyimpulkan penyakit tidak hanya
yang sifatnya secara fisik namun hati juga. Berikut rincian penyakit hati
berikut obatnya. Penyakit-penyakit ini sering dijumpai.
![]() |
Sumber disini |
Gejala :
Merasa apa yang telah dilakukan ada yang salah, tidak percaya diri,
berburuk sangka terhadap orang lain bahkan Allah sekalipun. Ini langkah awal
virus resahtensi mengalir dalam darah dan akan menyerang hati hinggal
menimbulkan penyakit hasud koroner. Fenomena malas beribadah ditandai dengan
Subuh kesiangan, zuhur sibuk belajar di sekolah, Ashar ke lapangan maen bola, Maghrib duduk santai sambil nonton televisi, dan Isya kecapaian hingga
akirnya tertidur. karena semakin kita menekuni dan mencintai dunia, semakin
jauh kita dengan Allah.
Pengobatan :
Cobalah untuk mengeluarkan sedikit uang-mu dari dompet ke “kotak hijau”
yang terlihat sendiri duduk termenung di pojok musholla atau masjid
disekitarmu. Zakatkan sebagian harta kepada para mustahik ketika ramadhan tiba.
Misalnya nih, kalian baru selesai ujian disekolah dan kurang yakin apakah
jawaban yang tertulis di kertas ujianmu tadi benar atau salah. Dengan zakat
,saya jamin Allah akan mengganti keresahan dengan ketenangan dan kenyamanan
jiwa. Hati akan merasa lebih nyaman dan tentram karena perasaan khuznudzon yang
menyelimuti hati. Karena Manusia itu seperti apa yang dipikirkannya. Jika yang
dipikirkannya baik, maka baik pula kenyataannya yang akan terjadi. Allah selalu
mengikuti perasaan hambanya.
![]() |
Sumber disini |
Gejala :
Pernah menganggap orang lain lebih rendah darimu ? Merasa segala sesuatu bisa
dilakukan tanpa bantuan orang lain ? atau mungkin sering menunda pekerjaan
karena merasa mampu mengerjakannya dalam waktu singkat dan kurang mau
bersosialisasi terhadap kaum yang dianggap tidak setara dari segi finansial.
Jika pernah, virus Takabur telah merasuk kedalam hatimu dan berpotensi
menyebabkan Sombongitis akut dalam hatimu.
Waspadalah, sesungguhnya Allah sangat membenci
penyakit ini.
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ
إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tak dapat menembus bumi & sekali-kali kamu tak akan sampai setinggi gunung. (Q.S. 17:37)
Pengobatan :
Turunkanlah sedikit sifat gengsimu, zakatkan
harta yang kamu punya di jalan Allah. Beri kepada para mustahik yang berhak
menerimanya. Insya Allah akan mendapat keberkahan baik yang menerima maupun
diri sendiri dan perlahan virus takabur akan benar-benar kabur dari dalam hati
bila zakat dilaksanakan dengan hati yang ikhlas dan menruskannya dengan sedekah
diluar ramadhan.
3. Iritasi Dengki
![]() |
Sumber disini |
Gelaja :
“waduh gak bisa dideimin nih, masak baru sebulan si Fulan genti hape baru lagi,
gue mesti genti juga biar gak dibilang kudet sama temen-temen kelas.” Ya
mungkin sedikit gambaran yang sering kita jumpai. Tidak suka akan keberhasilan
dan kesuksesan orang lain dan akan melakukan apapun untuk menjatuhkan orang
tersebut. Naudzubila minzalik.
Pengobatan :
Bulan ramadhan adalah momen yang paling tepat untuk membasmi penyakit ini yaitu
dengan berzakat. Zakat yang dikeluarkan akan membuat kita merasa tenang, merasa
cukup apa yang kita punya sekarang dan tidak merasa kekurangan. Dan teruskan
dengan sedekah sebagai upaya tindakan pencegahan agar iritasi dengki tidak
mengegerogoti hati. Pada dasarnya zakat menumbuhkan cinta kasih terhadap sesama
sehingga kita bisa ikut berempati terhadap apa yang dirasakan orang lain.
Gejala :
4. Kikirbetes
![]() |
Sumber disini |
Gejala :
Tangan menjadi berat ketika hendak mengeluarkan uang dari dalam dompet untuk
diberikan kepada para mustahik. Ataupuun dalam kasus tertentu dengan segala
upaya uang yang keluar dari dalam dompet hanyalah recehan yang dianggapnya
tidak berguna.
Pengobatan :
Lalu, apakah kita salah mensedekahkan uang recehan ? Tidak ada yang salah.
Namun alangkah bagusnya bila kita mensedekahkan dan menzakatkan harta kita yang
dinilai cukup berharga bai kita sendiri. Mungkin kita belum bisa untuk
melaksanakan zakat mal karena kita sebagai siswa yang pada hakikatnya tidak
lebih dari seorang pengemis yang menadah tangan untuk diberi makan dan uang,
namun dengan zakat fitrah mungkin dapat menjadi langkah awal diri untuk
terbiasa berbagi ke sesama.
Jawab pertanyaan berikut ini : Jika anda mempunyai uang dengan pecahan selembar Rp 50.000,- ; 2 lembar Rp 20.000,- ; 1 lembar Rp 50.000 ; dan 5 lembar uang Rp 10.000,- pecahan uang berapa yang akan anda sedekahkan ? Apakah kita mengeluarkan uang 50.000,- untuk disedahkan ? saya tidak yakin kita dengan mudahnya mengeluarkan uang tersebut untuk disedahkan. Namun 5 lembar pecahan ribuan yang akan kita lirik dan mirisnya dari 5 lembar ribuan tersebut hanya selembar yang akan kita sedakahkan. Padahal janji Allah tidak akan pernah ingkar
Jawab pertanyaan berikut ini : Jika anda mempunyai uang dengan pecahan selembar Rp 50.000,- ; 2 lembar Rp 20.000,- ; 1 lembar Rp 50.000 ; dan 5 lembar uang Rp 10.000,- pecahan uang berapa yang akan anda sedekahkan ? Apakah kita mengeluarkan uang 50.000,- untuk disedahkan ? saya tidak yakin kita dengan mudahnya mengeluarkan uang tersebut untuk disedahkan. Namun 5 lembar pecahan ribuan yang akan kita lirik dan mirisnya dari 5 lembar ribuan tersebut hanya selembar yang akan kita sedakahkan. Padahal janji Allah tidak akan pernah ingkar
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا
أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ
تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ ۚ وَاعْلَمُوا
أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Hai orang-orang yg beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yg baik-baik & sebagian dari apa yg Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yg buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tak mau mengambilnya melainkan dgn memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Al (Baqarah Ayat 267).
Nah lalu bagaimana jika kita sendiri dalam kondisi kekurangan karena uang ?
Pertanyaan yang sedikit menggelitik ketika kita lebih banyak menghamburkan uang
hanya untuk kepuasan sesaat dibandingkan kebutuhan pokok. Untuk itu yuk jangan
pelit-pelit. Mari zakat, lanjutkan sedekah. Generasi mudah adalah generasi
cinta zakat dan sedekah. Mulai dari diri sendiri. Zakat yang diberikan kepada
para mustahik tidak hanya membantu secara perekonomian mereka, namun perasaan
nyaman, damai, tentram, dan cinta kasih akan tumbuh di hati kita.